INTELEJEN NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Kamis, 22 Januari 2026

Awal Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar Intensifkan Edukasi Keselamatan Pengguna Jalan

  


PADANG
 | Mengawali tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan satu pesan penting kepada publik: keselamatan di perlintasan sebidang bukan sekadar aturan, melainkan soal nyawa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan edukasi keselamatan yang dilakukan langsung di lapangan, menyasar titik-titik perlintasan sebidang yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Langkah preventif ini menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar untuk menekan potensi kecelakaan yang kerap terjadi akibat kelalaian dan pelanggaran pengguna jalan. Pada awal Januari 2026, sosialisasi keselamatan dilaksanakan di empat titik perlintasan sebidang, yakni Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, serta Km 42+8/9, Km 43+800, dan Km 45+5/6 petak jalan Stasiun Lubuk Alung–Stasiun Kayutanam.

Di lokasi perlintasan, petugas KAI turun langsung menyapa pengguna jalan. Melalui pengeras suara, mereka mengimbau pengendara untuk selalu berhenti, menengok kiri dan kanan, serta mendahulukan perjalanan kereta api. Spanduk keselamatan dibentangkan, sementara stiker dan suvenir berisi pesan keselamatan dibagikan sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan di jalur perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan sarana dan prasarana, melainkan harus ditopang oleh perilaku disiplin dari setiap pengguna jalan.

Selain edukasi keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para penjaga perlintasan. Bantuan tersebut diberikan tidak hanya kepada penjaga resmi, tetapi juga penjaga perlintasan sukarela dari masyarakat yang selama ini berperan membantu pengamanan di titik-titik perlintasan.

Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan 128 kali kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, baik di perlintasan sebidang kereta api maupun di lingkungan sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional. Memasuki tahun 2026, kegiatan sosialisasi tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap minggu di lokasi perlintasan yang berbeda.

Reza menjelaskan bahwa palang pintu hanyalah salah satu alat pendukung keselamatan. Rambu berhenti, papan peringatan, semboyan 40, klakson masinis, serta marka keselamatan lainnya merupakan satu kesatuan sistem yang akan efektif apabila dipatuhi secara disiplin oleh pengguna jalan.

KAI Divre II Sumbar juga menyoroti insiden temperan di perlintasan sebidang wilayah Kota Cirebon yang menyebabkan awak kereta api mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berdampak fatal, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi awak kereta api yang sedang bertugas.

“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. KAI mengecam segala bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan,” tegas Reza. Ia menambahkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Secara regulasi, pelanggaran di perlintasan sebidang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun demikian, KAI Divre II Sumbar tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis sebagai langkah utama pencegahan kecelakaan.

Menutup keterangannya, Reza kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan disiplin sebagai budaya bersama. “Berhenti, tengok kiri dan kanan, pastikan aman sebelum melintas. Keselamatan adalah kunci,” pungkasnya.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, BTP, dan seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat juga diimbau berperan aktif dengan melaporkan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api melalui stasiun terdekat, Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.


TIM

Senin, 19 Januari 2026

Kereta Api Jadi Tulang Punggung Mobilitas Libur Isra Mi’raj di Sumbar, Okupansi Tembus 100 Persen Lebih

 




PADANG
 | Masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting yang kembali menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat. Dalam rentang waktu tiga hari, sejak 16 hingga 18 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan tingkat keterisian kursi bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.

Data resmi KAI Divre II Sumbar menunjukkan, sebanyak kurang lebih 21.000 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 102,46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 kursi. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga menandai meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Ranah Minang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut tingginya okupansi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di daerah. Menurutnya, kereta api kini semakin dipandang sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal, khususnya saat momen-momen krusial seperti libur keagamaan dan akhir pekan panjang.

“Okupansi yang menembus angka 100 persen lebih menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Reza.

Dari sisi pergerakan penumpang, Stasiun Padang kembali menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi utama di Sumatera Barat. Selama masa libur Isra Mi’raj, stasiun ini mencatat jumlah kedatangan sebanyak 6.247 penumpang dan keberangkatan 6.073 penumpang, tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.

Selain Stasiun Padang, tingginya mobilitas juga tercatat di Stasiun Pariaman, Air Tawar, Naras, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan kereta api lokal telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjangkau berbagai destinasi, baik untuk keperluan mudik singkat, wisata, maupun aktivitas keluarga.

Untuk memastikan kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga kereta api lokal andalan, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang. Ketiga layanan tersebut terbukti efektif menopang arus mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Reza menegaskan, keberadaan KA lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antardaerah. Akses yang semakin mudah dan terjangkau turut mendorong pergerakan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kereta api.

Dengan tarif yang ramah di kantong dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kereta api kini kian diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta faktor keselamatan menjadi nilai tambah yang membuat moda ini semakin kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi, terutama aplikasi Access by KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan perjalanan yang aman dan terjamin.

“Kami terus berinovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan. Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang modern, andal, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kapasitas, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelayanan yang konsisten, KAI optimistis kereta api akan semakin mengukuhkan diri sebagai pilihan utama transportasi publik di Sumatera Barat.


TIM

KAI Divre II Sumbar Gaungkan Lima Kunci Keselamatan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

 




SUMBAR
 | Komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui pelaksanaan apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Apel yang digelar di Halaman Kantor Divre II Sumbar, Senin (19/1), menjadi simbol keseriusan KAI dalam membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan sebagai fondasi utama operasional perkeretaapian.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran manajemen Divre II Sumbar, para pekerja, serta perwakilan anak perusahaan KAI. Kehadiran seluruh elemen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam amanat apel, Manager Sarana KAI Divre II Sumbar, Nurdin Abusirin, menyampaikan pesan Direktur Utama KAI, Bobby Rasidin. Ia menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kembali kesadaran seluruh insan KAI bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, tanpa terkecuali.

Nurdin menekankan pentingnya implementasi “Lima Kunci Keselamatan” yang telah dicanangkan perusahaan. Menurutnya, prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dipahami, diyakini, dan diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja. “Kita berangkat bekerja dengan selamat, bekerja dengan selamat, dan kembali ke rumah dengan selamat,” tegasnya, menggambarkan filosofi keselamatan yang menjadi pegangan insan KAI.

Sebagai bentuk penguatan komitmen, dalam apel tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Bendera K3, Kebijakan HSSE, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Penyerahan ini menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus berdiri di atas landasan regulasi, kebijakan perusahaan, serta kesadaran individu.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Ia menekankan bahwa keselamatan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten di lapangan, terutama dalam aktivitas operasional yang menyangkut keselamatan pekerja dan pelanggan.

Menurut Reza, keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek operasional KAI. Oleh karena itu, momentum Bulan K3 Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat budaya kerja yang menjunjung tinggi standar keselamatan. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar, kata dia, berkomitmen menjalankan prosedur kerja sesuai ketentuan demi menciptakan operasional yang aman dan andal.

Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas layanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Layanan prima kepada penumpang hanya dapat terwujud apabila didukung oleh sistem operasional yang aman. Karena itu, KAI Divre II Sumbar terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari perawatan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penyempurnaan standar pelayanan.

Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini juga menjadi penegasan bahwa KAI Divre II Sumbar berkomitmen meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kepatuhan seluruh pekerja terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Budaya keselamatan diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga kebutuhan dan kebiasaan dalam setiap lini kerja.

Dengan budaya keselamatan yang kuat, KAI Divre II Sumbar optimistis mampu mendukung kelancaran operasional perkeretaapian yang aman, andal, dan berkesinambungan. Konsistensi penerapan K3 diyakini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat, sehingga operasional kereta api dapat berjalan dengan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jasa,” tutup Reza Shahab, menegaskan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.


TIM RMO

Kamis, 15 Januari 2026

KAI Divre II Sumbar Sediakan 20.496 Tempat Duduk untuk Libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

 


Menyongsong libur akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Jumat (16/1), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan sebanyak 20.496 tempat duduk untuk layanan perjalanan kereta api selama periode 16 hingga 18 Januari 2026, atau rata-rata 6.832 tempat duduk per hari.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Sumatera Barat, KAI mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie-BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima-Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap harinya beroperasi pada lintas Pauh Lima-Padang-Pariaman-Naras dengan tarif tiket Rp5.000. Layanan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi unggulan seperti Pantai Gandoriah Pariaman.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres menjalani 12 perjalanan per hari pada rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM)-Stasiun Pulau Aie dengan harga tiket Rp10.000. Selain menunjang konektivitas bandara, kereta ini juga menghadirkan nilai tambah melalui program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar.

Adapun KA Lembah Anai yang melayani 6 perjalanan setiap hari pada rute Kayutanam-Padang menawarkan pengalaman perjalanan dengan panorama alam yang hijau dan menyejukkan, sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpang.

“Pengoperasian ketiga kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah di Sumatera Barat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat” kata Reza.

Ia menambahkan, dengan tarif yang terjangkau serta fasilitas yang memadai, kereta api menjadi sarana transportasi yang ideal bagi masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati kekayaan alam dan budaya Minangkabau secara aman dan nyaman.

“Tiket kereta api lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, dengan sistem penjualan yang dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan” ujar Reza.

Reza juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dengan jadwal perjalanan yang andal dan terencana, KAI memastikan setiap pelanggan dapat menikmati layanan transportasi yang aman, tertib, dan menyenangkan selama masa libur panjang ini.

“KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari aspek ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi juga kami lakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada momen long weekend,” tutup Reza.


Salam,

Reza Shahab  

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Panorama Laut, Tarif Bersahabat, Penumpang Membludak: Cerita Sukses Pariaman Ekspres

 


SUMBAR
 | Tahun 2025 menjadi penanda penting bagi transportasi publik di Sumatera Barat. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, kereta api justru tampil sebagai pilihan utama. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hampir dua juta penumpang telah dilayani sepanjang tahun, sebuah capaian yang mencerminkan kepercayaan publik yang terus tumbuh.

Dari total 1.978.241 penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumatera Barat, satu nama menonjol jauh di atas yang lain: KA Pariaman Ekspres. Kereta ini melayani 1.620.600 penumpang, atau lebih dari 80 persen total volume penumpang Divre II Sumbar. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran betapa kereta ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Setiap hari, Pariaman Ekspres menghubungkan Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras dengan 10 perjalanan pulang pergi. Tarif yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000, membuatnya inklusif bagi semua kalangan—mulai dari pelajar, pekerja harian, pedagang kecil, hingga wisatawan yang ingin menikmati pesisir barat Sumatera Barat.

Sepanjang perjalanan sekitar satu setengah jam, penumpang disuguhi pemandangan laut lepas, hamparan sawah, hingga perkampungan khas Minangkabau. Pengalaman ini menjadikan perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan bagian dari rekreasi itu sendiri. Tak heran jika kereta ini kerap dipilih wisatawan menuju Pantai Gandoriah dan destinasi pesisir lainnya di Kota Pariaman.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa dominasi Pariaman Ekspres lahir dari fungsi strategisnya sebagai penghubung kawasan perkotaan, pesisir, dan pusat wisata. Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa layanan kereta lokal mampu menjawab kebutuhan mobilitas modern yang aman, murah, dan nyaman.

Puncak animo terjadi saat perhelatan Festival Tabuik di Kota Pariaman pada 6 Juli 2025. Pada momen budaya tersebut, KAI menyediakan 4.240 tempat duduk, namun tiket yang terjual mencapai 6.481 lembar atau setara 153 persen dari kapasitas. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya peran kereta api dalam mendukung agenda budaya dan pariwisata daerah.

“Lonjakan penumpang ini membuktikan bahwa KA Pariaman Ekspres bukan hanya sarana transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan budaya di Sumatera Barat,” ujar Reza. Kereta ini tidak lagi dipandang sekadar alat angkut, melainkan medium yang menghidupkan pergerakan ekonomi dan interaksi sosial.

Selain Pariaman Ekspres, KAI Divre II Sumbar juga mencatat kontribusi signifikan dari KA Minangkabau Ekspres yang melayani rute Bandara Internasional Minangkabau–Pulau Aie dengan 258.312 penumpang, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang dengan 99.329 penumpang. Ketiganya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas masyarakat serta wisatawan.

Kinerja positif ini menjadi dasar komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Ketepatan waktu, kenyamanan, dan keselamatan menjadi fokus utama, seiring dengan penyesuaian kapasitas dan pola operasi agar mampu mengakomodasi pertumbuhan permintaan penumpang.

“Kami akan terus berinovasi dan memperkuat layanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat Sumatera Barat,” tutup Reza. Dengan capaian hampir dua juta penumpang dalam setahun, kereta api—khususnya Pariaman Ekspres—telah membuktikan diri sebagai simbol transportasi publik yang relevan, humanis, dan dicintai rakyat.


TIM RMO

Selasa, 13 Januari 2026

Divre II Sumbar Layani Hampir 2 Juta Penumpang Sepanjang Tahun 2025, Tumbuh 16.6 Persen Dibanding 2024

 




PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani sebanyak 1.978.241 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 16.6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.697.020 penumpang, atau meningkat hampir 280 ribu penumpang dalam satu tahun.

Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal di Sumatera Barat.

Dari sisi stasiun, Stasiun Padang menjadi yang paling favorit baik untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Untuk kedatangan, Stasiun Padang mencatat 533.251 penumpang, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 408.054 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 166.833 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM sebanyak 103.935 penumpang.

Sementara itu, dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang juga berada di posisi teratas dengan 509.113 penumpang, diikuti Stasiun Pariaman sebanyak 394.193 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 192.345 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 118.350 penumpang, dan Stasiun BIM sebanyak 105.649 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian tahun 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai inovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Salam

Kepala Humas Divre II Sumbar

Reza Shahab

Rabu, 07 Januari 2026

Kondisi Jalan Rusak Sebelum Pekerjaan Jalur, KAI Tegaskan Fakta di Lubuk Buaya

 



PADANG
 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan bahwa penanganan perlintasan sebidang kereta api dilakukan secara konsisten dan berpedoman penuh pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat terkait kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang.

Regulasi utama yang menjadi acuan adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Dalam aturan tersebut, pembagian kewenangan dan tanggung jawab antar pemangku kepentingan telah diatur secara jelas dan tegas.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa Pasal 49 PM 94 Tahun 2018 secara rinci mengatur siapa yang berwenang melakukan perbaikan jalan di perlintasan sebidang, berdasarkan status kepemilikan jalan. Jalan nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat, jalan provinsi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, sementara jalan kabupaten atau kota menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

“Dengan ketentuan tersebut, tidak seluruh perlintasan sebidang secara otomatis menjadi kewenangan KAI. Setiap instansi memiliki tanggung jawab sesuai status jalan yang dilintasi rel kereta api,” ujar Reza Shahab.

Ia menegaskan, kewenangan KAI dalam perbaikan jalan di perlintasan sebidang bersifat khusus dan terbatas. KAI berkewajiban melakukan perbaikan apabila kerusakan jalan tersebut disebabkan secara langsung oleh pekerjaan, perawatan, atau perbaikan jalur kereta api yang dilakukan oleh KAI.

“Dalam kondisi tersebut, KAI wajib mengembalikan kondisi jalan seperti semula atau sesuai standar keselamatan yang ditetapkan. Namun apabila kerusakan jalan telah terjadi sebelumnya dan tidak disebabkan oleh pekerjaan jalur kereta api, maka penanganannya tetap mengacu pada kewenangan pemilik jalan,” jelasnya.

Terkait perlintasan sebidang di Lubuk Buaya, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut telah mengalami kerusakan sebelum dilaksanakannya pekerjaan perbaikan geometri jalur kereta api. Meski demikian, KAI tetap mengambil langkah preventif demi keselamatan bersama.

“Walaupun kerusakan jalan bukan disebabkan oleh pekerjaan kami, KAI tetap melakukan perbaikan bersamaan dengan perawatan jalur. Langkah ini kami ambil semata-mata untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan,” ungkap Reza.

Prinsip yang sama, lanjutnya, juga diterapkan pada perlintasan sebidang lainnya, termasuk di kawasan Teluk Bayur. Setiap penanganan dilakukan dengan terlebih dahulu menelaah status jalan serta penyebab kerusakan yang terjadi di lapangan.

“Kami selalu mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi. Setiap perlintasan memiliki karakteristik dan kewenangan berbeda, sehingga penanganannya pun tidak bisa disamaratakan,” tambahnya.

KAI Divre II Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, serta masyarakat memiliki peran strategis yang saling melengkapi.

Menurut Reza, keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya persoalan infrastruktur semata, melainkan juga menyangkut kepatuhan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya pencegahan kecelakaan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu dan mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, mengingat kereta api memiliki prioritas utama dan jarak pengereman yang panjang.

Melalui penerapan regulasi yang konsisten, langkah preventif di lapangan, serta dukungan seluruh pihak, KAI optimistis keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.


TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi