INTELEJEN NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Jumat, 27 Februari 2026

Reza Shahab Sampaikan Semangat Keberlanjutan, KAI Divre II Sumbar Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pasaman

 


Pasaman
 | Momentum bulan suci Ramadhan kembali dimaknai sebagai ruang berbagi dan mempererat kepedulian sosial oleh PT Kereta Api Indonesia melalui KAI Divre II Sumatera Barat. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab, saat perusahaan menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Pasaman.

Bantuan senilai Rp250 juta tersebut diberikan untuk mendukung pembangunan Masjid Al Mursydin yang berlokasi di Cubadak Timur. Penyerahan dilakukan pada Kamis 26 Februari 2026 di Kantor Bupati Pasaman dalam suasana Ramadhan yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Program ini merupakan bagian dari TJSL KAI melalui skema Bina Lingkungan KAI Sar’i yang berfokus pada penguatan fasilitas sosial keagamaan. Bagi KAI Divre II Sumbar, kehadiran perusahaan tidak hanya sebatas pelayanan transportasi, tetapi juga membawa misi sosial yang berkelanjutan di wilayah operasionalnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Vice President TJSL KAI Sulardi Wiyatman, Manager Keuangan dan SDM Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo beserta tim TJSL. Hadir pula Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian, Camat Cubadak Timur Yelvi, serta jajaran pengurus Masjid Al Mursydin yang menyambut langsung penyerahan bantuan.

Dalam sambutannya, Sulardi Wiyatman menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum penguat nilai kepedulian dan kebersamaan. Ia menyebut bantuan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan KAI Divre II Sumbar. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan KAI terus terjalin demi mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus masjid sebagai tanda dimulainya dukungan konkret perusahaan terhadap percepatan pembangunan sarana ibadah tersebut. Bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih representatif dan nyaman bagi jamaah.

Melalui dukungan ini, pembangunan Masjid Al Mursydin diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan optimal selama Ramadhan. Berbagai kegiatan seperti shalat tarawih, tadarus Al Quran, hingga aktivitas sosial keagamaan akan semakin semarak dengan fasilitas yang memadai.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, setiap bantuan yang disalurkan harus tepat sasaran dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Ramadhan menjadi momentum refleksi dan peningkatan kepedulian. KAI Divre II Sumbar secara konsisten mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pelaksanaan program TJSL,” ujar Reza Shahab.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program sosial yang inklusif. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai inisiatif sosial diyakini mampu mendorong pembangunan sosial dan ekonomi di Sumatera Barat.

Komitmen tersebut ditegaskan kembali bahwa KAI Divre II Sumatera Barat akan terus menjalankan program TJSL secara berkelanjutan sebagai wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan nilai keberkahan dan ibadah melalui kontribusi nyata di bulan suci Ramadhan.

Catatan Redaksi: Program TJSL KAI Divre II Sumbar menjadi bagian dari penguatan peran BUMN dalam mendukung pembangunan sosial keagamaan di daerah, sekaligus mempertegas sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


TIM.

Jumat, 20 Februari 2026

KAI Divre II Sumbar Perketat Pengamanan, Reza Shahab Ingatkan Ancaman Pidana bagi Pelanggar Jalur Rel

 


SUMBAR
 | Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Imbauan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Fenomena masyarakat yang berkumpul, duduk santai, bahkan bermain di sekitar rel saat menjelang berbuka maupun sahur masih kerap ditemukan setiap tahunnya. Padahal, jalur kereta api merupakan zona terbatas yang secara hukum dan teknis diperuntukkan khusus bagi operasional perkeretaapian.

Reza Shahab menegaskan bahwa rel kereta api bukanlah ruang publik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terlebih perjalanan kereta tidak selalu dapat dihentikan secara mendadak karena keterbatasan sistem pengereman.

“Setiap Ramadhan masih kami temukan warga yang beraktivitas di sekitar rel. Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan ruang publik. Risiko kecelakaan sangat besar dan dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Reza.

Larangan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan tindakan menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan selain angkutan kereta api.

Sanksi atas pelanggaran aturan ini tidak main-main. Dalam Pasal 199 UU Nomor 23 Tahun 2007 disebutkan bahwa pelanggar dapat dikenakan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000. Ketentuan ini menjadi bukti bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan hal serius yang dilindungi undang-undang.

Sebagai langkah preventif, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menggelar sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, komunitas, serta masyarakat yang bermukim di sekitar jalur rel. Edukasi dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Pengamanan fisik juga diperkuat melalui peningkatan patroli rutin dan penempatan personel keamanan di titik-titik rawan. KAI turut berkoordinasi dengan aparat setempat guna menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang wilayah operasional.

Memasuki periode Angkutan Lebaran 2026, pengawasan semakin diintensifkan melalui safety talk, inspeksi rutin, serta pengecekan langsung ke lapangan. Perhatian khusus diberikan pada perlintasan sebidang tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi serta Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang memiliki potensi risiko gangguan keamanan.

KAI juga kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang dan tidak menerobos palang pintu. “Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan dan kesadaran bersama sangat kami harapkan,” tutup Reza Shahab.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan edukasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman selama Ramadhan hingga Angkutan Lebaran 2026. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan, kesadaran masyarakat, serta sinergi antara operator dan aparat penegak hukum menjadi kunci terciptanya sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.


TIM RMO

Kamis, 19 Februari 2026

Andre Rosiade hingga Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi, KAI Siap Fasilitasi Pembangunan Jalur Penyelamat

 


SUMBAR
 | Komitmen terhadap keselamatan publik kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat. Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di Sumbar, KAI menyatakan dukungan atas rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Rencana pembangunan jalur penyelamat tersebut akan memanfaatkan lahan milik KAI yang berada di KM 79+200 sampai dengan KM 79+325, tepatnya di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang menurun dan padat kendaraan, khususnya angkutan berat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi.

“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Reza Shahab saat mendampingi kegiatan tinjauan lokasi, Kamis (19/2).

Tinjauan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Risiko Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani bersama stakeholder lainnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperlihatkan keseriusan lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan di jalur Padang Panjang–Bukittinggi yang selama ini kerap menjadi perhatian publik. Jalur penyelamat diharapkan mampu menjadi solusi konkret ketika kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman.

Reza menambahkan, KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan operasional perkeretaapian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar aset perusahaan. Dukungan terhadap pembangunan escape ramp ini menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“Rencana pembangunan jalur penyelamat ini merupakan langkah positif dalam meminimalisir risiko kecelakaan. KAI siap berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Saat ini, mekanisme pemanfaatan lahan milik KAI masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas instansi. Proses tersebut meliputi kajian teknis, analisis keselamatan operasional kereta api, serta pemenuhan aspek administrasi sesuai regulasi yang berlaku di lingkungan perusahaan.

KAI memastikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset perusahaan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini penting untuk menjaga integritas perusahaan sekaligus memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan dukungan terhadap pembangunan jalur penyelamat ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi antarinstansi terus terjalin kuat. Keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi melindungi nyawa dan keselamatan pengguna jalan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza Shahab penuh optimisme.


Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.


TIM RMO

Selasa, 17 Februari 2026

KAI Sumbar Bersolek Merah Emas, Reza Shahab Sampaikan Terima Kasih untuk Pelanggan

 




PADANG, SUMATERA BARAT
 | Suasana berbeda terasa di Stasiun Padang dan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat pada momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Nuansa merah dan emas menghiasi sudut-sudut stasiun, menciptakan atmosfer hangat yang langsung menyambut para pelanggan sejak pertama kali melangkah masuk ke area keberangkatan.

Momentum Imlek yang bertepatan dengan periode libur panjang 14 hingga 17 Februari 2026 dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain. Perjalanan kereta disulap menjadi ruang kebersamaan yang sarat makna dan apresiasi.

Sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan setia, KAI Divre II Sumbar membagikan souvenir menarik di Stasiun Padang maupun di atas kereta api. Senyum para penumpang terlihat saat menerima bingkisan tersebut, menambah kesan bahwa perjalanan kali ini bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang rasa dihargai.

Ornamen khas Imlek bernuansa merah dan emas dipasang di berbagai titik strategis. Warna merah melambangkan keberuntungan dan semangat, sementara emas menggambarkan harapan akan kemakmuran. Sentuhan dekoratif itu memperkuat identitas perayaan tanpa mengurangi profesionalisme layanan.

Tidak hanya dari sisi dekorasi, para petugas frontline juga tampil dengan dresscode bertema Imlek. Kehadiran mereka dengan busana tematik menciptakan suasana akrab dan menyenangkan, sekaligus menunjukkan kesiapan pelayanan yang tetap prima di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa momen Imlek menjadi kesempatan istimewa untuk mempererat hubungan dengan pelanggan. Menurutnya, pelayanan bukan sekadar operasional, tetapi juga soal menghadirkan pengalaman emosional yang positif.

“Melalui pembagian souvenir, pemasangan ornamen Imlek, serta dresscode khusus bagi para frontliner, kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga penuh kehangatan dan kebahagiaan. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI,” ujar Reza.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya angka okupansi selama periode libur panjang tersebut. KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan KA lokal dengan kapasitas 31.168 tempat duduk, atau rata-rata 7.792 kursi per hari. Hingga 17 Februari 2026, sebanyak 30.896 tiket telah terjual, setara 99,2 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Angka tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Di tengah berbagai pilihan transportasi, kereta api tetap menjadi primadona masyarakat Sumatera Barat saat momentum libur panjang.

KAI pun mengimbau masyarakat yang berencana bepergian agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya untuk menghindari kehabisan tiket. Bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, tiket go-show tersedia di loket stasiun mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Komitmen pelayanan tetap menjadi prioritas utama. KAI Divre II Sumbar memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan terus dijaga secara optimal selama masa libur Imlek berlangsung.

Semarak Imlek 2577 Kongzili di lingkungan KAI Divre II Sumbar bukan sekadar dekorasi dan simbol perayaan. Ia menjadi refleksi semangat kebersamaan, penghargaan kepada pelanggan, serta bukti bahwa pelayanan publik dapat dikemas dengan sentuhan humanis tanpa meninggalkan standar profesionalisme yang tinggi.


TIM RMO

Sabtu, 14 Februari 2026

Access by KAI Mudahkan Pemesanan, Libur Imlek 2026 Jadi Momentum Transportasi Ramah dan Nyaman

 



PADANG
, 14 Februari 2026 — Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi yang optimal bagi masyarakat. Momentum libur empat hari ini diperkirakan mendorong peningkatan mobilitas warga, baik untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun kegiatan keluarga lainnya.

Selama periode tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 112 perjalanan kereta api lokal. Setiap harinya tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 kursi per hari. Secara keseluruhan, sebanyak 31.168 tempat duduk disiapkan guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Hingga Sabtu (14/2), tercatat 14.637 tiket telah terjual. Artinya, masih tersedia 16.531 kursi yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang terus meningkat, khususnya pada momen libur panjang seperti Imlek.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa data penjualan tiket masih bersifat dinamis dan terus bergerak seiring proses transaksi yang berlangsung setiap saat. “Kami mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan selama libur Imlek agar segera melakukan pemesanan tiket. Dengan memesan lebih awal, perjalanan akan terasa lebih nyaman dan terjamin,” ujarnya.

Menurut Reza, kereta api lokal di Sumatera Barat menjadi pilihan favorit karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, serta harga yang terjangkau. Selain itu, pemandangan alam sepanjang jalur rel di wilayah Sumbar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda saat liburan.

Untuk kemudahan pelanggan, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. Sistem digital ini memungkinkan masyarakat membeli tiket kapan saja dan di mana saja tanpa harus antre di stasiun. Sementara itu, bagi pelanggan yang memilih pembelian langsung, layanan loket stasiun tetap tersedia mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan (go-show), selama kuota kursi masih ada.

KAI Divre II Sumbar juga memastikan kesiapan seluruh aspek operasional selama masa angkutan liburan. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan rangkaian, hingga penguatan pengawasan keselamatan perjalanan kereta api dilakukan secara menyeluruh. Petugas di lapangan disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan rutin terhadap rangkaian kereta dan jalur rel dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung tanpa hambatan. Selain itu, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan menjadi komitmen yang terus dijaga demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.

Momentum libur Imlek ini sekaligus menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api di Sumatera Barat. Dengan dukungan sistem digital, peningkatan kualitas layanan, serta komitmen pada keselamatan, KAI optimistis mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa liburan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun layanan pelanggan, masyarakat dapat mengakses media sosial resmi @KAI121, mengirim email ke cs@kai.id, atau menghubungi WhatsApp 0811-1211-1121. KAI Divre II Sumbar mengajak seluruh pelanggan untuk menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Imlek 2577 Kongzili.

Jumat, 13 Februari 2026

Fly Navy Cafe Resmi Dibuka, Jadi Titik Temu Baru di Lingkungan Puspenerbal Juanda

 





TNI AL-Puspenerbal (13/2/2026)

Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana, memimpin langsung kegiatan Soft Opening Fly Navy Cafe yang berlokasi di Kantor Puskopal Puspenerbal Juanda, Jum'at (13/02).

Ada yang menarik dalam kegiatan pagi ini, Danpuspenerbal beserta Pejabat Utama (PJU) hadir di lokasi dengan mengendarai Vespa (Riding Vespa), menambah suasana akrab sebelum prosesi pemotongan pita di lantai 2 gedung Puskopal.

Hadirnya Fly Navy Cafe ini diharapkan menjadi sarana pendukung kesejahteraan prajurit melalui Puskopal serta menjadi tempat silaturahmi yang representatif bagi keluarga besar Penerbangan TNI AL maupun tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wadan Puspenerbal, Ir Puspenerbal, jajaran Direktur Puspenerbal, Danlanudal Juanda, Komandan Wing Udara 2 dan para Kasatker, serta pengurus Gabungan Jalasenastri Puspenerbal.

Upacara Penerimaan Lattek Dikko Taruna AAL Tingkat II Korps Marinir Angkatan 73

 













Surabaya, 13 Februari 2026

Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Laksda TNI Sigit Santoso yang diwakili Wagub AAL, Brigjen TNI Marinir Ena Sulaksana, memimpin Upacara Penerimaan Lattek Dikko Taruna AAL Tingkat II Angkatan Ke-73 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Samber Galang, Kampus AAL, Bumimoro, Surabaya, Jumat (13/02).

Upacara ini diikuti oleh 42 Taruna AAL Tingkat II Angkatan Ke-73 Korps Marinir yang telah menyelesaikan Latihan Praktek Pendidikan Komando (Lattek Dikko) 177 selama 68 hari lamanya. Dihadiri oleh Kaopsjar AAL, Kolonel Laut (KH) Dr. M. Saikhu, Dandenma AAL Letkol Marinir Roni Saputra M.Tr.Opsla, KA Akun AAL Letkol Laut (S) Fathoni Surendra dan Wadanmen AAL Letkol Marinir Ahmad Fauzi M.Tr.Opsla, Perwira, Pelatih serta personel Departemen Marinir AAL.

Dalam amanatnya Gubernur AAL yang dibacakan Wagub AAL mengucapkan selamat atas keberhasilannya dalam melaksanakan tugas latihan dasar komando dengan aman, lancar dan berhak menyandang sebagai predikat Prajurit Komando dan juga berhak atas brevet Komando. Latihan Dasar Komando ini bukan akhir dari semua latihan, melainkan merupakan awal dari perjalanan sebagai prajurit Korps Marinir TNI AL, karena masih banyak tugas dan latihan yang harus dilaksanakan dimasa datang, Untuk itu, kedepan para Taruna harus selalu berlatih dan meningkatkan kemampuan karena tuntutan tugas yang semakin kompleks, pesan Gubernur AAL dalam amanatnya.

Dalam latihan ini, Taruna AAL Korps Marinir telah melaksanakan lima tahap latihan, meliputi Tahap Dasar Komando, Tahap Laut, Tahap Komando Hutan, Tahap Gerilya Lawan Gerilya dan Tahap Lintas Medan di tempat latihan yang berbeda. Semua materi latihan tersebut, harus dilaksanakan sebagai syarat untuk mendapatkan brevet Komando dan Baret Ungu, baret kebanggan prajurit Korps Marinir TNI AL. 

“Kepada komandan latihan beserta staf, saya atas nama lembaga mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasinya dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Lattek Dikko tahun ini. Segera laksanakan evaluasi latihan untuk dijadikan bahan masukan bagi pelaksanaan latihan sejenis di masa mendatang. Adakan konsolidasi untuk pengamanan personel, dokumen, material, senjata dan amunisi yang telah digunakan dalam latihan” Lanjut Wagub AAL.

Keberhasilan yang telah dicapai mencerminkan suatu prestasi membanggakan. Selamat dan sukses untuk kalian semua.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi